FB Twitter Google+
<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Dhani DEWA 19 bela feminis Lesbi Irshad Manji

Posted by Cemon Cavalera Jumat, 25 Mei 2012
Share this article on:



Pentolan grup band Dewa 19 Ahmad Dhani rupanya ikut geram dengan peristiwa pembubaran paksa diskusi buku Irshad Manji, tokoh lesbian asal Kanada yang menuliskan pemikirannya tentang agama Islam.

Dalam akun Twitternya @ahmaddhaniprast Ahmad Dhani mengatakan Indonesia akan malu bahwa dalam sejarah bangsa ini ada kekerasan yang membawa-bawa agama.
"50 tahun lagi...Indonesia akan malu, bahwa di dalam sejarahnya ada Kekerasan atas nama AGAMA.
Apa yg menyebabkan NEGARA ini tdk sanggup menumpas ormas yg mengusung kekerasan?...apakah tdk ada pemberani di negara ini?" tulisnya beberapa saat lalu seperti dilansir mediaindonesia.com.

Pria yang pernah dikirimi paket bom buku berjudul ‘Yahudi Militan’ tersebut pun meminta PBNU dan MUI mengeluarkan fatwa bahwa ormas (organisasi masyarakat) yang melakukan kekerasan bukanlah melakukan ajaran Islam. Bahkan, dalam kicauannya Dhani menyelipkan gaya bicara almarhum Gus Dur.
"Harusnya MUI bikin Fatwa...Bahwa Ormas yg melakukan Kekerasan itu bukan melakukan Ajaran Islam...please segera Fatwakan. Atau PBNU jg mengeluarkan statement bahwa KEKERASAN sm sekali bukan ajaran ISLAM...gitu aja kok repot"

Dilihat dari timelinenya, musisi pengagum Gusdur ini, sering membalas mention pengguna Twitter lain yang menanggapi kicauannya siang ini. Dalam salah satu balasannya kepada pemilik akun @eddie_bna, Ahmad Dhani mengatakan jika Tuhan membiarkan iblis beraksi, kenapa manusia sok jadi Tuhan yang melarang manusia. Ia juga mengatakan kepada pemilik akun @lulurahman, tidak ada contoh nabi yang turun ke jalan dan membuat kekacauan.
"@LuluRahman kemaksiatan perlu tindakan tegas...?apakah ada contoh Nabi yg turun ke jalan obrak abbrik?...jgn bikin hadist sendiri..." terangnya.

source


0 Komentar — Skip to Comment

Poskan Komentar — or Back to Content